15 Aduan Masyarakat pada Mei 2024, DPUTR Kota Sukabumi Mendominasi di SPAN-LAPOR

HALOSMI.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi mencatat ada sebanyak 15 aduan dari masyarakat pada Mei 2024 yang masuk melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SPAN-LAPOR).

Berdasarkan data yang diperoleh, dari 15 aduan masyakat itu, Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi paling mendominasi, lalu disusul Kecamatan Citaminag.

“Aduan yang masuk selama Mei 2024 ini berjumlah 15. Dimana aduan yang paling banyak ada di DPUTR dan kedua Kecamatan Citamiang,” ujar Kabid IKP Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani, kepada awak HALOSMI.COM, Sabtu, 22 Juni 2024.

Sedangkan sisa aduan lainya, kata dia, ditujukan kepada Disdukcapil, Dishub, Diskominfo, Disporapar, DLH, Inspektorat, dan Kecamatan Warudoyong. Sedangkan untuk jenis aduan dari masyarakat tersebut, didominasi terkait fasilitas umum, seperti halnya, perbaikan jalan.

“Ketertiban umum juga, sampah, terus air minum, website, aplikasi dan informasi juga masuk dalam aduan masyarakat,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut dia, setiap SKPD yang mendapatkan aduan dari masyarakat meresponya dengan sangat cepat. Bahkan, ada dalam satu hari sudah ditangani, meskipun berdasarkan SOP maksimal tiga hari.

“Alhamdulillah, hingga saat ini, SKPD sangat respon ketika mendapatkan aduan dari masyarakat. Bahkan, langsung menangani permasalahan yang diadukan,” bebernya.

Ia berharap, bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aduan maupun sarannya bisa melalui aplikasi SPAN-LAPOR, sehingga setiap aduan yang masuk bisa secepatnya tertangani.

“Ada tiga untuk menyampaikan aduan. Yaitu, dengan mengirimkan SMS ke nomor 1708 atau melalaui website Lapor.go.id, ataupun lewat aplikasi SPAN-LAPOR yang tersedia untuk android, serta iOs,” terangnya.

Maka dari itu, sambung dia, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait aplikasi SPAN-LAPOR, sebagai sarana aduan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kami meyakini, lambat laun masyarakat akan mengetahui dan terbiasa akan mengadukan atau memberikan sumbangsih pemikiranya melalui aplikasi ini,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News