Alasan Gen Z Amerika Tinggalkan Smartphone

HALOSMI.COM- Amerika di Hebohkan Oleh Gen Z yang berbondong-bondong tinggalkan Smartphone dan Pilih Hp jadul kok bisa ya apa alasan mereka?

Tren yang dilakukan remaja berusia 17 tahun ini disebut demi kesehatan mental.

Catatan Survei Global Wellness Institute (GWI) menyatakan, sejak tahun 2021 gen z mulai meminimalisir penggunaan media sosial. Generasi yang lahir pada 1997-2012 ini beralih pada layanan offline atau luar jaringan (luring).

Karena pilihannya, gen z dinilai lebih peduli terhadap privasi dan kebebasan tiap orang. Media sosial dinilai bukan lagi tempat mengekspresikan diri karena banyak info hoax, sekadar pamer, atau hal yang memicu emosi.

HALOSMI.COM- Dilansir dari laman Mileworld, sebuah riset menyebutkan terdapat 33% remaja yang mengalami depresi. Studi pada 2010-2015 ini juga menyatakan, ada peningkatan jumlah remaja yang melakukan percobaan hingga bunuh diri.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi gen z menjual smartphone dan menggantinya dengan dumb phone. Tindakan ini diharapkan bisa mengurangi depresi dan kecemasan bagi remaja perempuan, serta kesepian yang dialami remaja laki-laki.

Lonjakan penyakit mental di Amerika terjadi sejak tahun 2012 hingga puncaknya pada tahun 2022. Instagram diklaim sebagai kontributor terbesar yang menyebabkan penurunan kesehatan mental pada remaja perempuan.

Dalam buku Of Boys and Men karya Richard Reeves, laki-laki dan perempuan menghabiskan waktu bersama smartphone dengan cara berbeda. Laki-laki cenderung bermain game dan aktivitas digital lain.

Sementara itu, perempuan lebih banyak bermain media sosial. Jika terus dilakukan, kehidupan sosial laki-laki dan perempuan bisa terganggu yang berdampak pada kesehatan jiwa.

Dampak Gen Z Amerika Tinggalkan Smartphone

Untuk saat ini, tren gen Z meninggalkan smartphone canggih mungkin belum berdampak besar. Dikutip dari laman Guardian, penjualan ponsel flip di Amerika masih terus meningkat. Sama halnya dengan ponsel lain yang belum mengalami penurunan

Analis teknologi Joe Birch mengatakan, 9 dari 10 tipe ponsel favorit gen z masih dipegang smartphone. Namun tren ini menjanjikan hal baik, karena 3 dari 5 gen Z memilih tidak terlalu fokus pada dunia digital. Salah satunya dengan menggunakan HP jadul atau dumb phone.

Walau disebut dumb phone, HP ini sudah dilengkapi sejumlah fitur penting. Misalnya kamera, GPS, dan hotspot untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

International Data Corp memperkirakan, pasar dumb phone akan mencapai 29 miliar dolar Amerika di tahun 2025 atau sekitar Rp 470 triliun.

Namun tren ini terasa sulit bagi gen z yang telah bekerja karena mempersulit kinerja sehari-hari.

Smartphone sebaiknya tetap digunakan, namun dibatasi sehingga tidak menimbulkan kerugian fisik dan mental. Pembatasan juga memungkinkan gen z tetap aktif di kehidupan sosialnya.

Namun perlu diingat, akses internet dan media sosial di smartphone diperlukan untuk berbagai kebutuhan di zaman sekarang.

Gen z sebaiknya menerapkan keseimbangan dan penjadwalan untuk menggunakan smartphone, sehingga gadget bisa digunakan maksimal.

Orang tua dan guru dapat melakukan evaluasi kualitas dan kuantitas penggunaan smartphone pada anak.

Nah Sebagai informasi, penggunaan smartphone berlebih dapat menyebabkan:

1. Merusak gangguan penglihatan dan motorik

2. Menimbulkan gangguan kognitif
Merusak tingkat stabilitas emosi pada anak dan remaja

3. Menyebabkan diri sendiri semakin tertutup

4. Kesulitan bergaul dengan teman sebaya dan orang lain.

Wow, Cukup keren ya mereka namun terdapat sisi negatifnya juga ya karena di era sekarang Internet itu sangat di butuhkan, kita ambil positifnya saja ya guys.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News