BPBD Pasang Rambu Peringatan di Sekitar Lokasi Longsor di Jalan Sudirman

SUKABUMI, HALOSMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi bencana longsor, tepatnya di Jalan Sudirman, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, pada Selasa malam 6 Desember 2022.

Pantauan HALOSMI.COM dilokasi, selain ada rambu-rambu peringatan, pihak kepolisian dan dinas terkait memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di Jalan Sudirman.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, mengatakan peristiwa tersebut akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada hari Senin 5 Desember 2022, dimulai dari pukul 16.00 WIB terjadi hujan lebat, dan pada pukul 17.55 WIB, pihaknya mendapatkan laporan terjadinya longsor di Jalan Sudirman yang mengakibatkan sebuah warung ikut tergerus dan hanyut derasnya aliran Sungai Cipelang Leutik.

“Saat ini kami sedang melaksanakan evakuasi pembersihan material longsoran. Tadi pagi kita mulai evakuasi untuk pohon tumbangnya. Namun tadi pukul 12.00 WIB turun hujan, dan hal itu tentunya membahayakan petugas, maka dihentikan. Besok pagi akan kami laksanakan lagi evakuasi material-material longsoran,” ujar Imran kepada HALOSMI.COM usai meninjau lokasi longsor.

Imran menegaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun pemilik warung mengalami kerugian materil mencapai Rp8 juta pasca warungnya roboh dan terbawa arus Sungai Cipelang Leutik.

“Ya betul ada warung. Tapi tidak ada korban jiwa. Untuk taksiran kerugian lebih kurang Rp3 juta, dan taksiran kerusakan lebih dari Rp350 juta,” tegasnya.

Mengingat musim penghujan ini akan terjadi hingga 31 Maret 2023, kata Imran, pihaknya masih menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor. Kendati demikian, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan, pihaknya bekerjasama dengan pihak kepolisian dan dinas terkait untuk memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di Jalan Sudirman.

“Hingga 31 Maret 2023, kami masih status siaga darurat banjir dan longsor. Untuk rekayasa lalu lintas, ada pengalihan arus, karena memang hal itu kami sarankan, agar satu lajur yang dekat dengan longsoran, minimal dengan jarak lima meter itu tidak dilalui oleh kendaraan,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada sehubungan cuaca ekstrem ini akan berlangsung sampai tahun depan. Selain itu, apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kilat, dan petir, dengan durasi lebih dari satu jam, khususnya yang berada di bantaran sungai agar mengungsi untuk sementara waktu.

“Dengan banyaknya kejadian bencana gempa, banjir, dan longsor, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan informasi didapatkan dari kanal-kanal resmi yang telah terverifikasi BMKG ataupun pemerintah,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News