DPR Desak Pemerintah Tindak Tegas PSE Bandel Tayangkan Iklan Judi Online

Ilustrasi judi online. Foto: dok BBC.
Ilustrasi judi online. Foto: dok BBC.

HALOSMI.COM – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamto, mendesak pemerintah untuk menindak tegas Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang menayangkan iklan judi online.

Ia mengatakan, Revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) mengatur bahwa PSE wajib melakukan swa sensor terhadap iklan judi online.

“Begitu muncul lagi iklan (judi online), itu PSE-nya yang kena, bukan saja pengiklannya,” katanya, dikutip dari CNN Indinesia, Sabtu, 15 Juni 2024.

“Kalau negara ini serius mengurus, bukan hanya si pemilik aplikasi, tapi juga PSE seluruhnya dijerat biar kapok semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kominfo, Usman Kansong, mengatakan telah menindak tegas PSE yang masih menyebarkan konten online berupa teguran dan pemutusan akses.

Salah satunya Telegram yang sudah diberikan teguran dua kali. Jika masih membiarkan konten judi online, maka Telegram akan diblokir.

“Kalau Telegram kan aplikasi yang sifatnya privat jadi yang kita blokir adalah aplikasinya. Artinya orang se-Indonesia tidak bisa memakai Telegram,” katanya.

Presiden Jokowi pun memberikan atensi khusus atas kasus judi online yang berujung pembunuhan. Ia meminta seluruh lapisan masyarakat menghentikan maraknya judi online.

Jokowi pun juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online. Pembentukan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 21/2024 tentang Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring. Keppres diteken Jokowi pada Jumat, 14 Juni 2024.

“Untuk mendukung upaya percepatan pemberantasan perjudian daring secara terpadu dibentuk Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring, yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disebut Satgas,” bunyi Pasal 1 beleid tersebut. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News