Ini yang Akan Dialami oleh Ibu Pasca Melahirkan

HALOSMI.COM- Seperti yang Sudah Disahkan Kemarin Oleh DPR bahwa ibu melahirkan mendapatkan cuti selama 6 bulan. Namun dengan catatan ia mengalami kondisi khusus yang akan dialami oleh ibu pasca melahirkan.

“Setiap Ibu yang bekerja berhak mendapatkan: a. Cuti melahirkan dengan ketentuan 1. Paling singkat 3 (tiga) bulan pertama; dan 2. Paling lama 3 (tiga) bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter,” bunyi ketentuan dalam ayat 3 di beleid tersebut.

Kondisi khusus ini juga dijelaskan dalam ayat 5. Beberapa kondisi itu misalnya saat ibu mengalami masalah atau gangguan kesehatan dan atau komplikasi pasca persalinan hingga keguguran.

Selain itu, dalam ketentuan tersebut juga dijelaskan ibu berhak mendapat cuti enam bulan jika yang mengalami gangguan atau masalah kesehatan adalah anak yang dilahirkan.

Lalu, apa saja sebenarnya masalah kesehatan yang bisa terjadi pada ibu setelah melahirkan?

Berikut beberapa komplikasi pasca persalinan yang perlu diketahui:

1. Pendarahan

Pendarahan sering terjadi pada wanita setelah melahirkan. Menukil laman UNM Health, pendarahan biasanya terjadi selama kurang lebih dua minggu.

Tapi, ada juga wanita yang mengalami pendarahan parah setelah melahirkan yang kemudian dikenal dengan postpartum atau PPH.

Pendarahan hebat ini bisa disebabkan oleh potongan plasenta yang tidak keluar, infeksi, atau buruknya kontraksi rahim setelah melahirkan.

PPH juga masuk dalam keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan penyakit serius atau kematian jika tidak dilakukan perawatan.

2. Infeksi

Infeksi bisa terjadi pada wanita setelah melahirkan. Infeksi bisa terjadi melalui bekas sayatan operasi caesar hingga kulit vagina yang robek. Jika tak di atasi, luka-luka ini bisa memicu infeksi.

3. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi setelah melahirkan disebut preeklamsia pasca persalinan. Sebagian besar kasus terjadi dalam waktu 48 jam setelah melahirkan.

Namun, tekanan darah tinggi bisa berkembang hingga enam minggu setelah melahirkan.

Preeklampsia pasca persalinan merupakan keadaan darurat medis. Jika tidak diatasi, penyakit ini dapat menyebabkan kejang, kerusakan organ (termasuk ginjal dan hati) hingga kematian.

4. Gagal jantung

Kondisi ini tergolong jarang terjadi, tapi ada beberapa wanita yang mengalami pelemahan jantung setelah melahirkan. Kondisi ini disebut kardiomiopati peripartum yang membuat jantung sulit memompa darah ke tubuh.

Pada kehamilan yang sehat, jantung memompa darah hingga 50 persen lebih banyak untuk memberi nutrisi pada bayi yang sedang tumbuh.

Penyebab pasti dari kardiomiopati peripartum belum diketahui. Namun, tekanan tambahan pada jantung saat hamil mungkin menjadi penyebab munculnya penyakit ini.

Faktor risiko yang diketahui untuk kardiomiopati peripartum termasuk tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, merokok, berusia di atas 30 tahun, dan memiliki anak kembar atau lebih.

5. Asfiksia perinatal

Mengutip Medical News Today, asfiksia perinatal merupakan gagal memulai dan mempertahankan pernapasan saat melahirkan. Hal ini bisa terjadi sebelum, selama atau segera setelah melahirkan, karena pasokan oksigen yang tidak mencukupi.

Ketika hal ini terjadi, beberapa komplikasi bisa muncul mulai dari hipoksemia, atau kadar oksigen rendah, tingkat karbon dioksida yang tinggi dan asidosis, atau terlalu banyak asam dalam darah.

6. Plasenta previa

Plasenta previa merupakan kondisi saat plasenta menutupi pembukaan serviks yang biasa dibutuhkan saat persalinan caesar. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 200 kehamilan pada trimester ketiga.

Gejala utamanya adalah pendarahan tanpa rasa sakit selama trimester ketiga dari skala ringan hingga berat.

Plasenta previa bisa berlanjut pada plasenta akreta, yakni kondisi yang berpotensi mengancam jiwa di mana plasenta tidak dapat dipisahkan dari dinding rahim.

Dokter mungkin menyarankan untuk menghindari hubungan seksual, membatasi perjalanan, dan menghindari pemeriksaan panggul.

7. Rahim robek

Kondisi ini bisa terjadi jika sebelumnya ibu pernah melakukan operasi caesar. Bekas luka operasi sebelumnya terbuka yang menyebabkan rahim robek atau ruptur uteri.

Selain menyebabkan pendarahan, kondisi ini juga menyebabkan komplikasi lain mulai dari pendarahan hingga bayi kekurangan oksigen.

Jadi menurut kalian gimana guys soal ketetapan cuti itu? Agak membingungkan tapi semoga saja artikel ini bisa menjawab pertanyaan kalian.

 

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News