Kota Sukabumi Minim Lahan Parkir, Begini Respon Pj Wali Kota Kusmana

Ilustrasi. Tiang rambu lalu lintas dilarang parkir di ruas Jalan R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Foto: Nuria Ariawan/HALOSMI.
Ilustrasi. Tiang rambu lalu lintas dilarang parkir di ruas Jalan R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Foto: Nuria Ariawan/HALOSMI.

HALOSMI.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, angkat bicara terkait minimnya lahan parkir di setiap ruas jalan yang menjadi salah satu faktor para pengguna jalan memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat.

Ketersediaan lahan parkir disebut tidak berbanding dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih Kota Sukabumi memiliki luas 48.0023 KM² yang terbagi dalam 7 kecamatan, 33 kelurahan.

“Ya itu mungkin jadi PR kita nanti, kita masukan ke dalam RPJPD atau RKPD terkait dengan PR buat calon Wali Kota nanti perbaiki gitu ya, mendorong untuk lahan parkir, tapi harus tertib,” ujar Kusmana, belum lama ini.

Ia menjelaskan, bahwa keunggulan setiap kota di Indonesia itu ada beberapa hal, diantaranya terkait sampah dan juga kemacetan. Hal itu juga disampaikan oleh Presiden Jokowi pada saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2024 di Balikpapan, pada beberapa waktu lalu.

“Kemarin Pak Jokowi pada saat Rakornas, semua kota sudah macet, berarti ekonomi maju. Tapi kita juga harus mengantisipasi agar tertib dan itu juga kembali kepada masyarakat, jadi pesan pak Jokowi kemarin lingkungan penghijauan, kemacetan, termasuk juga peraturan di angkutan umum dan sebagainya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Imran Wardhani, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan berbagai kajian terkait pengembangan atau penambahan lahan parkir. Namun untuk saat ini, pihaknya mengelola 38 titik lahan parkir di Kota Sukabumi, dengan 300 juru parkir.

“Soal penambahan lahan parkir ya kami harus mengkaji terlebih dahulu, nah nanti dari hasil kajian itu apakah akan ada penambahan, apakah parkir non-tunai, parkir berlangganan, atau dikelola oleh pihak ketiga, atau juga masih tetap seperti sekarang ini,” kata Imran. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News