News  

Rekor Suhu dan Polusi di Indonesia Terus Meningkat!

Ilustrasi polusi udara. Foto: Istimewa.
Ilustrasi polusi udara. Foto: Istimewa.

HALOSMI.COM- Cuaca yang sangat ekstrem dipicu oleh perubahan iklim yang menimbulkan suhu di indonesia terus meningkat.

Panas nya bulan september belum seberapa, Mengutip data Ekstrem Perubahan Iklim, berdasarkan analisis di 116 stasiun pengamatan Badan Meteolorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu udara rata-rata bulan September 2023 adalah 27,0 derajat Celcius.

Sementara, normal suhu udara klimatologis di Indonesia untuk bulan September 2023 periode 1991-2020 adalah 26,6 derajat Celcius. Di mana kisaran normal suhu adalah 20,1-28,6 derajat Celcius.

Selain itu, data Statista menunjukkan suhu rata-rata Indonesia sejak 1985 selalu mengalami kenaikan. Artinya, sejak saat itu, Indonesia tidak pernah lebih dingin dalam rata-rata tahunan.

Berdasarkan nilai tersebut, suhu udara rata-rata pada bulan september 2023 menunjukan nilai sebesar 0,4 derajat celcius.

BMKG mencatat, hasil pengamatan periode 22-29 September 2023, suhu maksimum harian di beberapa wilayah Indonesia mencapai 35-38 derajat Celcius pada siang hari.

Data BMKG menunjukkan, bulan Mei 2023 mencatat anomali kenaikan suhu tertinggi sejak awal tahun. Dengan suhu udara rata-rata bulan Mei 2023 tercatat mencapai 27,4 derajat Celcius.

Mengapa Suhu Indonesia Terus Melonjak Hingga Catatkan Rekor?

Salah satu faktor Indonesia semakin panas disebabkan oleh fenomena musiman El Nino. El Niño, yang artinya “anak laki-laki” dalam bahasa Spanyol, terjadi ketika permukaan air di wilayah tropis tengah dan timur Samudera Pasifik menghangat secara tidak biasa. Pola iklim alami ini terjadi secara berkala, sekitar setiap dua hingga tujuh tahun.

Perkiraan cuaca memproyeksi di atas 95% bahwa El Niño akan berlanjut akibat laut Pasifik tropis timur-tengah cukup hangat. Secara khusus, metrik pemantauan El Niño utama, Indeks Niño3.4, suhu permukaan berada di 1.0° Celcius lebih hangat daripada periode panjang rata-rata jangka waktu di bulan Juli, menurut dataset NOAA

Pada umumnya, dampak El Niño mencapai puncaknya pada bulan Desember, tetapi pengaruh penuhnya memerlukan waktu untuk menyebar ke seluruh dunia.

Para ilmuwan cuaca percaya bahwa pada tahun 2024, manusia mungkin pertama kali akan melampaui batas kritis iklim sebesar 1,5 derajat Celsius. Fakta bahwa suhu rata-rata global pada tahun 2022 naik lebih dari 1,1 derajat Celsius dari akhir abad ke-19, menunjukkan eskalasi perubahan iklim yang semakin cepat.

Bencana ini tidak hanya disebabkan oleh fenomena musiman El Niño, tetapi juga diperparah dengan semakin tingginya tingkat karbon yang dihasilkan dunia. Situasi ini tentunya akan berdampak terhadap masa depan peradaban manusia, akibat risiko dari kekeringan yang mengancam pangan, penurunan volume sungai yang menghambat pengiriman kapal, hingga ancaman nyawa akibat teriknya cuaca.

Tidak hanya udara kotor, polusi dapat menyebabkan udara panas hingga kebakaran. Polusi yang merupakan bagian dari karbon yang dihasilkan terbentuk dan terdiri dari ratusan bahan kimia berbeda.

Polutan ini terbentuk dari pembuangan pembangkit listrik, industri, dan mobil. Karbon ini juga dipancarkan langsung dari ladang, cerobong asap, dan pembuatan jalan memakai aspal.

Melansir OurWorldInData, tingkat emisi karbondioksida (CO2) terus mengalami kenaikan dalam periode 1889-2021. Bahkan, jumlah karbon yang dihasilkan Indonesia pada 2021 mencapai 14,93 miliar ton atau rekor tertinggi dalam periode tersebut.

Tentunya, semakin tinggi CO2 yang dihasilkan akan turut mendorong kenaikan suhu semakin panas dan berisiko mengancam berbagai aspek kehidupan manusia.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News