Sah! Vaksin COVID-19 Berbayar di Tahun 2024

Ilustrasi (Sumber : Istimewa)
Ilustrasi (Sumber : Istimewa)

HALOSMI.COM – Pemerintah Indonesia resmi mencabut status Pandemi Covid 19 menjadi Endemi pada Rabu, 21 Juni 2023 lalu. Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2023 tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia.

Selang 2 bulan setelah menjadi Endemi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 tahun 2023 tentang Pedoman Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Masa Endemi.

Dilansir dari laman resmi Kemenkes, Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan, Indah Febrianti menuturkan ada beberapa substansi yang diatura dalam Permenkes 23 tahun 2023 diantaranya mengenai promosi kesehatan, surveilans, manajemen klinis, vaksinasi COVID-19 hingga pengelolaan limbah. 23 tahun 2023 diantaranya mengenai promosi kesehatan, surveilans, manajemen klinis, vaksinasi COVID-19 hingga pengelolaan limbah.

“Di dalam permenkes 23 tahun 2023 dijelaskan, rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien COVID-19 yang dirawat sebelum berlakunya Keputusan Presiden nomor 17 tahun 2023 tentang Penetapan Berakhirnya Status Pandemi COVID-19 di Indonesia tetap dapat mengajukan klaim penggantian biaya pasien COVID-19 sesuai dengan ketentuan dalam keputusan Menteri kesehatan mengenai petunjuk teknis klaim penggantian biaya pasien COVID-19,” kata Indah dilansir dari laman resmi Kemenkes, Jumat, 25 Agustus 2023.

Lebih lanjut Indah menyatakan, Permenkes 23 tahun 2023 juga diatur tentang kebijakan vaksinasi COVID-19. Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tetap dilaksanakan sampai tanggal 31 desember 2023. Setelah itu, kata Indah, yaitu mulai 1 Januari 2024 vaksinasi COVID-19 akan menjadi imunisasi program yang mengikuti peraturan Menteri kesehatan tentang imunisasi. Adapun vaksin yang akan diberikan adalah Indovac dan Inavac.

Terkait besaran harga vaksin COVID-19 Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan berbayar. Namun, besaran nya nanti akan diputuskan. “Tahun depan (berbayar). Karena diminta sampai akhir tahun ini masih ditanggung negara,” kata Budi dilansir dari Kumparan, Jumat 25 Agustus 2023.

Dirinya menjelaskan saat COVID-19 dinyatakan sebagai endemi di Indonesia, vaksinasi tetap dibutuhkan untuk pencegahan. Vaksin COVID-19 akan diberlakukan berbayar sama seperti vaksin influenza hingga meningitis.

Kalau untuk rutin itu perlu diberikan, diberikan ke siapa? Orang-orang yang berisiko tinggi,” jelasnya.

Budi menegaskan vaksin COVID-19 akan dicover BPJS bagi kelompok rentan atau berisiko tinggi. Meski ia belum merinci kategori yang dimaksud berisiko tinggi.

“Nah, kebijakan pemerintah arahnya jika ini berisiko tinggi dan dia sudah dicover BPJS dia masuk ke situ. Kalau belum, masih beli sendiri normal seperti layanan kesehatan lainnya,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News