Sepanjang Musim Kemarau, 38 Kali Kebakaran Terjadi di Kota Sukabumi

Petugas gabungan berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di Kota Sukabumi. Foto: Pusdalops BPBD Kota Sukabumi for HALOSMI.
Petugas gabungan berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di Kota Sukabumi. Foto: Pusdalops BPBD Kota Sukabumi for HALOSMI.

HALOSMI.COM – Peristiwa kebakaran permukiman dan lahan kerap terjadi di Kota Sukabumi. Penyebabnya sendiri akibat dampak musim kemarau yang menyebabkan beberapa lokasi kekeringan, dan faktor kelalaian manusia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BPBD Kota Sukabumi, tercatat ada 38 kali kejadian kebakaran di 7 kecamatan 20 kelurahan. Rinciannya 13 kali kebakaran permukiman, dan 24 kali kebakaran lahan.

“Jadi jumlah angka kebakaran permukiman dan lahan itu terhitung dari 1 Juli hingga 4 Oktober 2023,” ujar Novian, kepada HALOSMI.COM, Kamis 5 Oktober 2023.

Ia mengatakan, dampak akibat peristiwa kebakaran ini menyebabkan kerugian materil kurang lebih Rp 540 juta, kemudian luas area terdampak 109.777 m², lalu 13 unit rumah, dan 25 unit lahan ikut terdampak.

“Juli-Agustus luas area terdampak 555 m², kerugian Rp 424.500.000. September luas area terdampak 68.012 m², kerugian Rp 115.000.000. Oktober luas area terdampak 41.210 m², kerugian masih dalam kajian,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Kecamatan Lembursitu paling mendominasi peristiwa kebakaran dengan jumlah 11 kali, disusul Kecamatan Baros 6 kali, kemudian Kecamatan Cikole 5 kali, Gunungpuyuh 5 kali, Warudoyong 5 kali, Cibeureum 4 kali, dan terakhir Citamiang 2 kali.

“Ya, Kecamatan Lembursitu paling banyak laporan terjadinya kebakaran. Sedangkan terendah yaitu Kecamatan Citamiang,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News