Serunya Liburan Akhir Pekan di Festival Sukabumi Tempo Doeloe

Gedung Heritage Wisma Wisnu Wardani, Komplek Setukpa Polri, Kota Sukabumi (A.Fikri/HALOSMI.COM)
Gedung Heritage Wisma Wisnu Wardani, Komplek Setukpa Polri, Kota Sukabumi (A.Fikri/HALOSMI.COM)

HALOSMI.COM – Jika anda belum mendapatkan referensi menghabisi akhir pekan anda kali ini, Festival Sukabumi Tempo Doeloe (STD) ini mungkin bisa menjadi pilihan anda bersama keluarga untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama.

Selain bisa mengetahui mengenai sejarah Sukabumi, anak anak anda bisa mengenal beberapa permainan dan kuliner tradisional di Festival STD ini. Bukan itu saja, Museum Perjuangan Palagan Bojong Kokosan, Museum Tionghoa dan Museum Geologi pun menjadi bagian dari acara yang bertajuk Heritage ini.

“Saya tadi tertarik dengan museum Geologinya,” kata salah satu pengunjung asal Kota Sukabumi, Mayang (29). Sabtu 1 Juli 2023.

Dirinya mengajak beberapa teman wanita bersama anaknya untuk datang ke Festival STD di Wisma Wisnu Wardani, Komplek Setukpa Polri, Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sebuah replika rangka kepala Mamut atau Gajah Purba menjadi daya tarik tersendiri yang disediakan oleh Museum Geologi di Festival STD.

Selain itu, ungkap Mayang dirinya mengaku mendapatkan pengetahuan tambahan, apalagi mengenai terjadinya sebuah wilayah yang kini menjadi sebuah kota besar.

“Tertariknya itu, mbaknya cerita sejarah Bandung, bukan budayanya tapi lebih ke awal mula sejarahnya. Dari mulai Fosil lalu tenggelam hingga menjadi sebuah pulau, keren lah,” tambah Mayang.

Sementara itu, berbeda dengan seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Sukabumi yang datang ke Festival STD, Siti Siswanti (53). Foto foto yang ditampilkan dalam Festival STD menjadi memory tersendiri bagi dirinya.

“Alhamdullilah komplit foto fotonya, mulai dari foto foto Walikota pertama hingga saat ini dan itu punya kenangan tersendiri bagi diri saya,” kata Susi.

Beberapa foto yang terpajang, ada dirinya di dalam foto kegiatan walikota yang masih tersimpan oleh beberapa teman teman Komunitas Heritage Sukabumi. Dirinya merasa seperti mengenang masa lalu sewaktu dirinya masih aktif menjadi seorang PNS.

Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah yang menjadi salah satu inisiator Festival STD ini mengungkapkan bahwa Festival STD ini memunculkan kembali suasana Sukabumi tempo dulu, mulai dari pameran suasana hingga kuliner semua sesuai dengan tema, yaitu tempo dulu.

“Pertama ada pameran dimana ruangan ruangan di Wisma Wisnu Wardani yang memang dibentuk dengan suasana tempo dulu,” ujar Irman.

Selain itu, lanjut Irman, karena ada area outdoor, jadi panitia pakaiannya dan fashionnya itu bernuansa tempo dulu. Makanan makanan pun bernuansa tempo dulu.

Namun, untuk kuliner di STD ini, Irman mengungkapkan ada makanan tradisional dan ada makanan modern karena untuk memfasilitasi Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). Karena sesuai tujuan kita untuk mengangkat ekonomi UMKM Sukabumi paska Pandemi.

“Tujuan yang pertama yaitu edukasi untuk para pengunjung, yang kedua untuk membangkitkan ekonomi dan yang ketiga tujuan kita Festival STD ini bertujuan sebagai rekreasi pengunjung yang datang,” jelas Firman.

Mengenai tiket masuk, Imran menjelaskan, Festival yang akan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 1 dan 2 Juli 2023 ini gratis dan terbuka untuk umum.

“Gratis untuk umum, siapa saja yang mau datang silahkan datang ke Festival STD,” pungkas Imran.(*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News