Soroti Kenaikan UKT hingga Restrukturisasi Anggaran Pendidikan, Begini Kata Ketum PP Muhammadiyah

Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H Haedar Nashir, saat diwawancarai awak media usai menghadiri Sidang Senat Terbuka UMMI dalam agenda milad ke-21, pada Kamis, 13 Juni 2024. Foto: Nuria Ariawan/HALOSMI.
Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H Haedar Nashir, saat diwawancarai awak media usai menghadiri Sidang Senat Terbuka UMMI dalam agenda milad ke-21, pada Kamis, 13 Juni 2024. Foto: Nuria Ariawan/HALOSMI.

HALOSMI.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H Haedar Nashir, menyoroti wacana pemerintah terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga restrukturisasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sesuai dengan konstitusi.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dalam agenda milad ke-21, yang digelar di Auditorium UMMI, pada Kamis, 13 Juni 2024.

Haedar mengatakan, wacana kenaikan UKT ini dinilai menjadi beban bagi masyarakat. Bahkan wacana tersebut menuai aksi unjuk rasa mahasiswa di sejumlah daerah. Selain itu, pada beberapa waktu lalu juga terjadi problem soal perguruan tinggi yang dinilai menjadi lembaga bisnis. Namun seharusnya perguruan tinggi itu tetap berbasis pada basik pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Nah apa yang terjadi di masyarakat sekarang ini ada keluhan, bahkan ada demo UKT, yang mana masyarakat bebannya tinggi untuk biaya pendidikan di negeri terutama. Beberapa waktu lalu juga ada problem soal perguruan tinggi negeri maupun swasta yang disebut menjadi lembaga bisnis” ujar Haedar, kepada awak media.

Maka dari itu, kata dia, langkah utama yang harus dilakukan sebagaimana yang diwacanakan oleh KPK agar ada restrukturisasi dana 20 persen untuk pendidikan dari APBN, sehingga nantinya lebih terfokus pada leading sektornya di Kemendikbudristek. Kendati demikian hal ini kembali lagi pada kebijakan.

“Poin pentingnya adalah dana pendidikan itu harus seoptimal mungkin di gunakan untuk kepentingan pendidikan dalam berbagai aspek, termasuk tadi yang disampaikan Pak Teten (Menkop UKM) untuk meningkatkan kualitas SDM kita yang kreatif, mampu menguasai ekonomi digital, seperti di bidang entrepreneur, dimana kan entrepreneursip juga harus mengalami reorientasi,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia, di pemeritahan yang baru ini harus melakukan restrukturisasi anggaran pendidikan 20% sesuai perintah konstitusi agar sebesar-besarnya digunakan untuk meningkatkan daya saing kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Jadi Insya Allah UMMI itu bisa menjadi universitas unggulan yang tadi juga akan kerjasama dengan Kemenkop UKM dan untuk inkubasi usaha serta bisnis kreatif, termasuk untuk ekonomi digital,” ucapnya.

Terlebih, sambung dia, Muhammadiyah bersama pemerintah menjadi satu kesatuan dan seluruh komponen bangsa yang bergerak di bidang khusus pendidikan tinggi akan melakukan langkah-langkah taktis strategis di dalam pengembangan dunia pendidikan agar bisa lebih unggul atau setara dengan negara-negara ASEAN, bahkan di Asia maupun dunia.

“Saya selaku ketua umum mengapresiasi kemajuan UMMI ini dan kami harapkan ini merupakan tonggak dari terus akselerasi Muhammadiyah lewat perguruan tingginya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News