Tips Kuasai Audiens Ketika Bicara di Depan Umum

HALOSMI.COM- Bagi Sebagian Orang Berbicara di Depan Umum dan Banyak Orang adalah hal yang sulit, bahkan mereka mencari cara bagaimana bisa menguasai audiens ketika bicara d depan umum.

Guys Ketika mendapati situasi ini, kalian bisa mengambil sikap dengan mengangkat tangan dan menegur orang yang menginterupsi, seperti contohnya:

“Saudara A, saya sedang berbicara. Tolong dengarkan terlebih dahulu.”

Dengan cara ini, seluruh audiens pasti akan segan dan lebih menyimak penjelasan kalian.

Namun, selain itu, terdapat 3 cara lain yang bisa kalian lakukan saat berbicara di depan umum untuk menguasai audiens

Berikut ini tipsnya:

1. Persiapkan Hal Apa yang Hendak Dibicarakan

Jika kalian ingin didengar oleh audiens, perlu memberi pengertian mengapa mereka harus mendengarkan hal tersebut. Jangan langsung berbicara data atau istilah yang membuat audiens kebingungan.

Menulis poin-poin yang akan dibicarakan dapat membantu Beauties mengemukakan materi secara terstruktur, baik pada konteks presentasi, meeting, atau bahkan mengisi materi dalam sebuah forum.

2. Dapatkan Perhatian Audiens

Cara dan intonasi berbicara tentunya mempengaruhi atensi audiens terhadapmu. Pertama, kamu perlu membaca situasi, dengan siapa berbicara? Apakah materi harus dibawakan dengan santai atau formal? Setelah itu, barulah kamu sesuaikan pendekatan dan intonasi seperti apa yang tepat didengarkan oleh audiens.

Meski tidak mudah, namun hal ini dapat dilatih, kok! Kamu dapat berlatih berbicara lebih spontan dengan menghilangkan kata-kata berpikir seperti “eee” “hmm”.

Selain itu, jangan gunakan nada yang meninggi di akhir pernyataan, karena audiens akan berpikir bahwa Beauties sedang melemparkan pernyataan.

Namun, jika kamu berada di sebuah meeting dan semua argumen saling bertumpuk, kamu bisa mengambil momen yang tepat dan mengatakan dengan tegas bahwa Beauties ingin beropini.

3. Ajukan Perubahan dalam Situasi Meeting

Dalam suatu meeting, jika kamu merasa tidak efektif karena ada yang tidak mendengarkan atau interupsi seenaknya, kamu bisa ajukan keresahan tersebut kepada manajer.

Kamu juga bisa mencoba meminta dukungan kepada rekan kerja, misalnya mendukung argumen bahwa si B perlu lebih didengar opininya, atau membantu menegur si A saat ia menginterupsi pembicaraan rekan kerja yang lain.

Nah itu dia guys beberapa tips yang bisa kamu coba nanti ketika mendapati situasi seperti diatas, semoga bermanfaat.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News