Wajib Diketahui, Simak Ketentuan Undang-undang Perihal Ukuran Bendera Merah Putih

Pedagang Bendera yang menjajakan dagangannya di ruas Jalan Suryakencana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. (Foto: Nuria Ariawan/HALOSMI).
Pedagang Bendera yang menjajakan dagangannya di ruas Jalan Suryakencana, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. (Foto: Nuria Ariawan/HALOSMI).

HALOSMI.COM – Masyarakat Kota Sukabumi wajib tau soal ketentuan ukuran Bendera Merah Putih sesuai dengan aturan perundang-undangan. Aturan itu dimuat dalam Undang-undang (UU) nomor 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Hal ini juga sehubungan dengan imbauan untuk pemasangan Bendera Merah Putih selama bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 1-31 Agustus 2023.

Ketentuan Ukuran Bendera Merah Putih

Dalam Pasal 4 UU nomor 24/2009 disebutkan bahwa Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang, serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama. Bendera tersebut dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.

Berikut ketentuan ukuran Bendera Merah Putih sesuai UU nomor 24/2009:

1. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di lapangan Istana Kepresidenan 200×300 sentimeter.

2. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di lapangan umum 120×180 sentimeter.

3. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di ruangan 100×150 sentimeter.

4. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden 36×45 sentimeter.

5. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di mobil pejabat negara 30×45 sentimeter.

6. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di kendaraan umum 20×30 sentimeter.

7. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di kapal 100×150 sentimeter.

8. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di kereta api 100×150 sentimeter.

9. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di pesawat udara 30×45 sentimeter.

10. Ukuran Bendera Merah Putih untuk penggunaan di meja 10×45 sentimeter.

Selain itu, untuk keperluan selain yang telah disebutkan di atas, Bendera Merah Putih yang merepresentasikan Bendera Negara dapat dibuat dari bahan yang berbeda dengan ukuran dan bentuk yang berbeda pula.

Ketentuan Penggunaan Bendera Merah Putih

Dalam Pasal 6 UU nomor 24/2009 turut disebutkan bahwa penggunaan Bendera Negara dapat berupa pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Merah Putih. Berikut ketentuan penggunaannya menurut Pasal 7 UU nomor 24/2009:

1. Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam.

2. Dalam keadaan tertentu pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dapat dilakukan pada malam hari.

3. Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

4. Dalam rangka pengibaran Bendera Negara di rumah pemerintah daerah memberikan Bendera Negara kepada warga negara Indonesia yang tidak mampu.

5. Selain pengibaran pada setiap tanggal 17 Agustus Bendera Negara dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain.

Selain itu, untuk pemasangan Bendera Merah Putih dapat dilakukan oleh warga negara yang menguasai hal penggunaan rumah, Kemudian gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, transportasi pribadi, dan kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News