Antisipasi Bencana, Dinas PUTR Kota Sukabumi Lakukan Pemangkasan Pohon yang Rentan Tumbang

Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi lakukan pemangkasan pohon di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, pada beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa.
Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi lakukan pemangkasan pohon di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, pada beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa.

HALOSMI.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi terus berupaya menggencarkan pemangkasan dan pemeliharaan rutin terhadap pohon rindang yang rentan tumbang. Hal itu dilakukan, lantaran kondisi cuaca saat ini sudah memasuki musim penghujan sehingga dapat mengakibatkan kondisi pohon tersebut tumbang.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 800 pohon di Kota Sukabumi yang tersebar dibeberapa lokasi, diantaranya di Jalan Bhayangkara, Siliwangi, Syamsudin SH dan di beberapa lokasi lainnya.

“Selama Januari sampai saat ini sudah belasan pohon yang kami pangkas, khususnya di Jalan Bhayangkara,” ungkap Kabid Tata Bangunan, Jasa Konstruksi dan Pertamanan Dinas PUTR Kota Sukabumi, Muhammad Sahid, kepada HALOSMI.COM, pada Selasa, 27 Februari 2024.

Selain itu, kata Sahid, ada beberapa lokasi yang menjadi prioritas dalam pemangkasan pohon. Contohnya di Jalan Bhayangkara, Suryakencana, Siliwangi dan Syamsudin SH.

“Ya yang jadi prioritas itu sih di Jalan Bhayangkara, karena selain banyak pohon rindang dan diameter cukup besar juga, bahkan usia pohon sudah tua sehingga perlu dilakukan pemangkasan rutin,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Pertamanan Dinas PUTR Kota Sukabumi, Fajar Rahmansyah, menambahkan pemangkasan pohon ini dilakukan untuk mengurangi beban berat pohon ketika terjadi hujan, sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya dahan yang patah hingga tumbang.

“Jadi tujuan pemangkasan pohon ini hanya dilakukan untuk pohon yang memang berpotensi dahannya yang patah maupun tumbang,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa jenis pohon yang saat ini dianggap rawan terjadinya tumbang ataupun dahan yang patah seperti jenis pohon trembesi.

“Jadi memang ada beberapa pohon jenis trembesi yang usianya sudah tua, sehingga rawan terjadi tumbang maupun dahan pohonnya patah,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *