BMKG Bongkar 3 Zona Aktif Gempa di Jabar, Ini Lokasinya!

Ilustrasi gempa bumi. Foto : Doc. Pinterest
Ilustrasi gempa bumi. Foto : Doc. Pinterest

HALOSMI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membongkar tiga zona aktif gempa di Jawa Barat (Jabar) sejak 1 November-11 Desember 2023 dengan kekuatan terkecil magnitudo 1,8 dan terbesar 4,0. Lalu dimana saja lokasinya?

“Berdasarkan hasil monitoring BMKG, tampak ada tiga zona aktif gempa di Jawa Barat sejak 1 November-11 Desember 2023,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa, 12 Desember 2023.

Daryono menjelaskan, tiga zona aktif gempa itu berada di Kabupaten Bogor, Cianjur (Sesar Cugenang) dan Sesar Garut Selatan.

Ia memaparkan untuk zona aktivitas gempa swarm di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang, dan Nanggung Kabupaten Bogor telah terjadi gempa swarm dengan kekuatan terkecil M 1,8 dan terbesar M4,0.

Gempa swarm adalah serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian sangat tinggi dan interval waktu antar gempa cukup rapat serta durasi temporal lama di sebuah kawasan membentuk klister. Aktivitas gempa ini tidak terdampat gempa utama yang kuat (mainshock).

Secara umum penyebab terjadinya gempa swarm ini berkaitan dengan transport fluida, intrusi magma, atau migrasi magmatis yang menyebabkan terjadinya deformasi batuan di bawah permukaan di sekitar zona gunung api.

“Dari 33 gempa yang terjadi ada tiga gempa swarm dirasakan dengan magnitudo M3,0-M4,0 hingga beberapa rumah mengalami kerusakan ringan,” jelasnya.

Kendati demikian, Daryono mengatakan, gempa swarm umumnya tidak merusak, tapi jika sumbernya sangat dangkal maka akan berdampak meski magnitudo kecil. Selain itu, jika sering terjadi maka bangunan rumah dapat melemah.

Daryono mengungkap, gempa swarm dicirikan dengan serangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi kejadian yang sangat tinggi.

Untuk zona Cianjur, ia mengatakan terdapat 12 kali gempa. Sebanyak enam gempa di antaranya dirasakan dengan magnitudo M2,0 hingga M2,9.

Lebih lanjut, Daryono mengatakan zona Sesar Garut Selatan telah memicu gempa di Kabupaten Garut hingga Kabupaten Bandung delapan kali dengan kisaran magnitudi M2,1 hingga M2,7 dan beberapa di antaranya dirasakan masyarakat setempat.

“Kalau masalah gempa salah satu solusinya adalah bangun rumah yang strukturnya kuat, semen jangan irit-irit, ikatan kolom dan balok harus kuat,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *