“bjb

BPBD Kota Sukabumi Asesmen Rumah Warga yang Ambruk

Petugas BPBD Kota Sukabumi asesmen rumah warga yang ambruk di Kampung Limusnunggal RT 01/01, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, pada Minggu, 11 Februari 2024, sekira pukul 7.30 WIB. Foto: Pusdalops BPBD Kota Sukabumi.
Petugas BPBD Kota Sukabumi asesmen rumah warga yang ambruk di Kampung Limusnunggal RT 01/01, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, pada Minggu, 11 Februari 2024, sekira pukul 7.30 WIB. Foto: Pusdalops BPBD Kota Sukabumi.

HALOSMI.COM – Dinding dan atap rumah milik, Ferry Ferdian, warga Jalan Cicadas, Kampung Limusnunggal RT 01/01, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, tiba-tiba ambruk, pada Minggu, 11 Februari 2024, sekira pukul 7.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat pemilik rumah mendengar suara bergemuruh di bagian belakang rumahnya. Pada saat dicek, ternyata dinding dan atap bagian dapur sepanjang lima meter, lebar dua meter dan tinggi dua meter ini ambruk. Meski tak ada korban jiwa, namun akibat peristiwa itu mengakibatkan kerugian materi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya kerugian materi saja,” ujar Kalak BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, kepada awak media.

Ia menduga, ambruknya dinding dan atap rumah itu terjadi karena bangunan berada tepat di pinggir pematang sawah, sehingga rembesan air dan beban bangunan membuat sebagian dinding dan atap bagian dapur roboh.

“Setelah mendapatkan laporan peristiwa itu, petugas melakukan pengecekan untuk membantu melakukan evakuasi dengan membersihkan puing reruntuhan bangunan,” ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, kata dia, bantuan yang dibutuhkan diantaranya bata, semen, kayu, bambu, genteng dan pasir untuk memperbaiki bangunan mabruk tersebut.

“Sejauh ini kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat dan instansi terkait lainnya,” ucapnya.

Ia pun mengimbau, warg agar tidak membangun bangunan tepat di atas pematang sawah yang memiliki tanah bersifat labil karena rembesan air dan tidak kuat menahan beban bangunan.

“Kami minta agar masyarakat dapat mempertimbangkan keselamatan saat hendak mendirikan bangunan rumah. Khususnya dapat menjauhi bantaran sungai dan tebing,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *