Ibadah  

Ini Dia Doa Nabi Yunus, yang Dibaca saat Malam Nisfu Syaban

HALOSMI.COM- Malam ini Kita Sebagai Umat Muslim akan Melaksanakan malam Nisfu syaban, Dimana malam ini adalah malam yang sangat istimewa.

Malam ini Kita semua berdoa dan mudah- mudahan apa yang kita doakan, apa yang kita minta di dengar oleh Allah SWT.

Nah Doa Nabi Yunus menjadi salah satu amalan yang bisa dibaca pada malam Nisfu Syaban.

Doa ini berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus sebagai pengakuan atas dosa-dosa.

Mengenal Hujjatul Islam Hingga Mengenal Mukimin Jawi karya Hafidz Muftisany dijelaskan bahwa Nisfu Syaban menjadi momen khusus di pertengahan bulan Syaban.

Sesuai dengan namanya, Nisfu artinya pertengahan atau seperdua. Maka Nisfu Syaban adalah malam 15 Syaban.

Siti Aisyah ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda,

“Sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni para hamba-Nya lebih banyak dari pada bilangan bulu kambing Bani Kilab. Pada malam itu Alah SWT mengubah sifat ketinggian-Nya yang suka menyerang dan mengalahkan serta menyiksa orang-orang durhaka menjadi sifat yang indah dan memberi rahmat serta ampunan.”

Di malam Nisfu Syaban Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada para hamba dan mengabulkan doa serta taubat mereka.

Dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama RI, Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 Syaban 1445 Hijriah, yang dalam kalender Masehi bertepatan dengan Minggu, 25 Februari 2024.

Dengan demikian, malam Nisfu Syaban sendiri jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024.

Berikut Doa Nabi Yunus Amalan Malam Nisfu Syaban

Banyak amalan yang bisa dikerjakan untuk meraih keutamaan di malam Nisfu Syaban. Salah satunya yakni membaca doa Nabi Yunus yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 87,

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨٧

Arab-Latin: Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Artinya, “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS Al-Anbiya: 87).

Ibnu Abbas pernah meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, “Doa saudaraku Yunus sungguh menakjubkan. Diawali dengan lafal tahlil, bagian tengahnya adalah lafal hamdalah, dan akhirnya adalah pengakuan dosa, yaitu: ‘lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn (Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim)’.”

Dan ini Hadits tentang Malam Nisfu Syaban

Merangkum buku Keagungan Rajab & Sya’ban oleh Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobari diterangkan beberapa hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan malam Nisfu Syaban.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hari raya dan malam Nisfu Syaban, maka hatinya tidak akan mati disaat semua hati mati. ”

Sayyidina Ali RA berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda,

“Apabila telah tiba malam Nisfu Syaban, maka berdirilah kamu sekalian pada malamnya dan berpuasalah pada siang harinya, karena pada malam itu Allah SWT turun ke langit dunia ketika matahari tenggelam hingga terbit fajar, seraya berfirman, ‘Apakah ada orang yang meminta? Maka akan Aku beri permintaannya. Apakah ada orang yang meminta ampun? Maka akan Aku ampuni. Apakah ada orang yang meminta rizki ? Maka akan Aku beri rizki.”

Adapun yang dimaksud Allah SWT turun ke langit dunia bukan Allah SWT turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah seperti perbuatan dan perilaku makhluk yang berubah-ubah (turun, naik, bergerak, diam, dan lain-lain), tetapi rahmat Allah SWT yang turun mendekati hamba yang bertakwa serta memohon ridho-Nya.

Abu Nashrin bin Sa’id ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda,

“Tatkala malam 13 bulan Syaban maka datanglah Jibril kepadaku, lalu berkata, ‘Hai Muhammad! Bangunlah(kerjakan salat), sungguh telah datang waktu tahajud, agar engkau bisa minta apa yang engkau kehendaki untuk umat-mu’” Maka beliau pun mengerjakannya. Ketika tiba waktu Subuh Jibril datang lagi dan berkata, “Hai Muhammad!Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan (anugrah) kepada 1/3 umatmu.”

Mendengar perkataan Jibril tersebut, Nabi SAW menangis sambil berkata,

“Hai Jibril! Beritahukan kepadaku bagaimana nasib umatku yang 2/3 nya lagi?” Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.”

Pada malam tanggal 14 Syaban, Jibril datang lagi menemui Nabi Muhammad SAW sambil berkata,

“Hai Muhammad! Bangunlah dan bertahajudlah.” Nabi pun mengerjakannya. Ketika waktu fajar tiba, Jibril menemui lagi Nabi Muhammad SAW sambil berkata,
“Hai Muhammad! Sungguh Allah SWT telah memberi (anugerah) kepada 2/3 umatmu.”

Mendengar ucapan Jibril itu, lalu Nabi Muhammad SAW menangis lagi sambil berkata, “Hai Jibril! Beri tahu aku (bagaimana) umatku yang 1/3-nya lagi?” Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.”

Kemudian pada malam Bara’ah Jibril datang lagi kepada Nabi Muhammad SAW sambil berkata,

“Hai Muhammad! Kabar gembira untukmu, bahwa sesungguhnya Allah SWT telah memberi (anugerah) kepada semua umatmu dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu pun.”

Lalu Jibril berkata lagi, “Hai Muhammad! Lihatlah ke langit, apa yang engkau lihat?” Kemudian beliau melihat ke atas, dan tampaklah pintu-pintu langit terbuka, sedangkan para malaikat dari langit dunia sampai ke ‘Arsy sedang sujud sambil memohon ampunan kepada Allah SWT untuk umat Muhammad SAW.

Dan di tiap pintu langit ada satu malaikat yang berseru sebagai berikut:

1. Di pintu langit pertama malaikat berseru, “Beruntung bagi orang yang ruku pada malam ini.”

2. Di pintu langit kedua malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang mau sujud pada malam ini.”

3. Di pintu langit ketiga malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang berdzikir di malam ini.”

4. Di pintu langit keempat malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang berdoa kepada Tuhan-nya pada malam ini.”

5. Di pintu langit kelima malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT pada malam ini.”

6. Di pintu langit keenam malaikat berseru, “Beruntung orang yang berbuat baik pada malam ini.”

7. Di pintu langit ketujuh malaikat berseru, “Beruntung orang yang membaca Al-Qur’an pada malam ini.”

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *