Insomnia Gejala Kolesterol Tinggi? Begini Kata Ahli

HALOSMI.COM – Kolesterol menjadi masalah kesehatan bagi sebagian masyarakat yang dalam kondisi parah bisa menimbulkan efek yang serius. Tak sedikit yang menghubungkan gangguan sulit tidur atau insomnia sebagai salah saut gejalanya. Benarkah demikian.

“Kolesterol tinggi umumnya tidak bergejala. Ini tidak memberikan tanda-tanda peringatan dan orang sering mengetahui bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi dengan salah satu dari dua cara;dengan melakukan tes darah atau mengalami kejadian darurat, seperti serangan jantung,” kata dokter Don Grant, dari sebuah Farmasi Independen dikutip dari Express.

Grant mengatakan, sejumlah penelitian yang dilakukan di masa lalu telah menyoroti hubungan antara gangguan tidur dan kolesterol.

BACA JUGA: BMKG : Prakiraan Cuaca di Sukabumi Berpotensi Hujan yang di Sertai Angin Kencang Sepanjang Hari

Seoerti yang dilakukan dalam satu studi tahun 2014. Para peneliti menemukan korelasi antara sulit tidur atau tetap tertidur dan kolesterol tinggi.

Kendati demikian, tidak ada efek kausal yang ditetapkan selama penelitian. Bisa disimpulkan tidak dapat dikatakan secara langsung bahwa gangguan tidur adalah gejala kolesterol di malam hari.

“Saat ini, kami tidak dapat mengatakan bahwa sulit tidur atau tetap tertidur adalah gejala dari kadar kolesterol tinggi,” tambahnya.

“Namun, dengan adanya hubungan antara masalah ini, bukan tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa jika orang memiliki masalah untuk tidur atau tetap tertidur, mereka mungkin ingin mempertimbangkan untuk melakukan tes darah untuk mengetahui apakah mereka memiliki kolesterol tinggi.

BACA JUGA: Singgung Solat Lima Waktu, Eks Pebulutangkis Malaysia Viral Karena Kritik Berbau SARA

“Ini tentu saja lebih baik daripada alternatif orang yang mengetahui bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi saat mengalami serangan jantung atau stroke.”

Dokter Jeff Foster, dari H3 Health, menambahkan selain susah tidur, salah satu gejala kolesterol di malam hari adalah sumbatan pembuluh darah di kaki.

Tungkai di bagian bawah tubuh dapat menjadi ‘alarm’ karena saraf di tungkai dan kaki lebih sensitif terhadap rangsangan sensorik.

BACA JUGA: Persib vs PSM: Laga Klasik dan Menarik

Ia menjelaskan bahwa gejala penyempitan pembuluh darah seringkali terkonsentrasi di area ini. Hal itu dikarenakan otot kaki adalah yang pertama mengalami kekurangan oksigen.

“Awalnya saat arteri menyempit, nyeri muncul saat beraktivitas karena otot kehabisan oksigen lebih cepat, namun semakin parah nyeri bisa muncul di malam hari,” jelas Foster.

Kondisi tersebut semakin parah pada malam hari saat tidur dan menjadi gejala kolesterol di malam hari. (*)

 

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *