Kemarau Panjang, Warga Cibadak Gelar Shalat Meminta Hujan 

Suasana Warga Shalat Istisqa atau Shalat Meminta Hujan di Lapang Sekarwangi, Cibadak, Rabu, 27 September 2023 (Sumber : HALOSMI.COM) 
Suasana Warga Shalat Istisqa atau Shalat Meminta Hujan di Lapang Sekarwangi, Cibadak, Rabu, 27 September 2023 (Sumber : HALOSMI.COM) 

HALOSMI.COM – Kemarau panjang, ratusan warga dan pelajar gelar Shalat Istisqa atau Shalat meminta hujan di lapangan bola Sekarwangi, Kelurahan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 27 September 2023, sekira pukul 07.30 WIB. Warga meminta hujan karena dalam kurun waktu 5 bulan ke belakang, tak ada hujan hingga menyebabkan kesulitan air bersih dan gagal panen.

Pelaksanaan shalat istisqa ini berlangsung khidmat yang diikuti oleh ratusan pelajar dan masyarakat. Salah seorang warga, Taufiq Rahman (38) menuturkan, sudah lebih dari lima bulan daerah tempat ia tingga tak kunjung mendapatkan hujan.

“Seperti yang kita ketahui bahwa di sukabumi khususnya di Cibadak ini sudah beberapa bulan tidak hujan, ada himbauan pemerintah daerah untuk shalat istisqa atau meminta hujan ini kan,” kata Taufik.

Kekeringan itu dirasakannya sangat menyulitkan warga sekitar, sebab sumber air yang dimiliki warga seperti sumur sudah tidak mengeluarkan air.

Dirinya bersama keluarga, terpaksa harus membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk kebutuhan kebersihan seperti mencuci dan mandi, dia juga harus berhemat atau menunda waktu hingga mendapatkan air.

“Kurang lebih 4 sampai 5 bulan lebih gak ada hujan sama sekali. Semoga doa doa kami yg disini dikabulkan oleh Allah dan cepat hujan. Apalagi d sy di daerah itu sangat kering sekali belum ada air tidak ada air sama sekali,” harapnya.

Sementara itu, Camat Cibadak Abdul Naafi mengatakan, kegiatan shalat meminta hujan ini dilaksanakan serentak. Meskipun perbedaan waktu menyesuaikan kesiapan di tiap desa.

“Se kecamatan cibadak kami lakukan walaupun waktunya ada yang hari Rabu, Kamis, Jumat menyesuaikan dengan kondisi desa masing-masing,” terang Abdul Naafi.

Akibat kekeringan ini, kata dia, bukan hanya kondisi rumah tangga warga yang terdampak kesulitan air, namun juga para petani.

“Semua desa dan kelurahan sebetulnya terdampak akan tetapi kebanyakan itu lebih kepada lahan kekeringan petani dan masyarakat secara umum,” pungkasnya.(*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *