Lebih Baik Kualitas Air Rebusan atau Air Mineral Dalam Kemasan? 

HALOSMI.COM- Sebagian dari kalian mungkin bertanya-tanya lebih baik kualitas air rebusan atau air mineral dalam kemasan (AMDK).

Seperti yang disampaikan oleh Gigih Kenanga Sari, M.Farm., Apt melalui YouTube Apotek Indonesia, air mineral dan air rebusan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Air mineral dalam kemasan (AMDK) sering dianggap praktis karena sudah memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kemasannya yang berbahan plastik juga praktis dan tidak memiliki masa kadaluarsa.

Meski demikian, ada risiko kontaminasi yang perlu diperhatikan. Dikarenakan proses pabrikan AMDK berasal langsung dari mata air pegunungan tertentu.

Proses distribusi dapat menyebabkan kontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari bahan plastik, yang dapat mempengaruhi kualitas air.

Sehingga tidak ada proses rebusan untuk kematangan airnya karena dipercaya air dari pegunungan sudah higienis dan belum terganggu oleh kotoran atau bakteri seperti halnya sungai-sungai di dataran rendah.

Namun jika dibandingkan, lebih baik kualitas air rebusan atau air mineral dalam kemasan yang praktis di konsumsi masyarakat?

Sedangkan, air rebusan berasal dari berbagai sumber, seperti air sumur atau air PAM. Proses merebus air memiliki tujuan utama untuk membunuh mikroorganisme, bakteri, dan kuman yang mungkin ada di dalamnya.

Pada suhu rebusan, umumnya di atas 70°C, bakteri dan kuman dipercaya telah mati. Namun, perlu diingat bahwa beberapa bakteri tahan panas seperti Clostridium botulinum masih bisa bertahan meski direbus hingga suhu 100°C.

Oleh karena itu, kebersihan air rebusan tetap menjadi faktor kunci. Air rebusan yang layak minum seharusnya memiliki ciri-ciri tertentu. Air tersebut sebaiknya tidak keruh, tidak berwarna, dan tidak berbau.

Jika air rebusan memenuhi kriteria ini, kemungkinan besar telah melalui proses perebusan yang memadai dan aman untuk dikonsumsi.

Dalam memilih antara air mineral dalam kemasan dan air rebusan, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan kesehatan dan keamanan.

Air minum dalam kemasan memiliki keuntungan izin resmi dan kemasan praktis, tetapi risiko kontaminasi perlu diwaspadai.

Di sisi lain, air rebusan memerlukan usaha lebih dalam pemilihan sumber air dan proses perebusan yang baik.

Dalam kedua kasus, kebersihan air yang dikonsumsi harus menjadi prioritas utama untuk mendukung kesehatan tubuh kita.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *