Mengandung Sianida, Ini Jenis Tanaman yang Sering Dikonsumsi Manusia

Salah satu jenis tumbuhan yang mengandung Sianida, yaitu daun singkong. Foto: Istimewa.
Salah satu jenis tumbuhan yang mengandung Sianida, yaitu daun singkong. Foto: Istimewa.

HALOSMI.COM – Sianida adalah senyawa kimia yang sangat beracun bagi manusia dan banyak hewan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup besar.

Beberapa jenis tanaman pun ternyata mengandung sianida dalam bentuk senyawa yang dikenal sebagai glikosida sianogenik.

Glikosida sianogenik sendiri merupakan senyawa yang mengandung gugus sianida dan dapat dilepaskan sebagai sianida hydrogen (HCN) ketika tanaman ini dihancurkan atau diolah.

Berikut beberapa contoh tanaman yang mengandung glikosida sianogenik atau sianida, dikutip dari victorynews, Rabu 11 Oktober 2023.

Singkong (Cassava)

Singkong mengandung glikosida sianogenik, seperti linamarin dan lotaustralin, yang dapat menghasilkan sianida jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, singkong harus dimasak dengan benar sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan sebagian besar sianidanya.

Almond Bitter (Almond Pahit)

Bitter almond mengandung amigdalin, sebuah glikosida sianogenik. Ini adalah alasan mengapa almond pahit tidak boleh dikonsumsi mentah dan harus diolah atau dikeringkan dengan benar untuk menghilangkan sianidanya.

Dedalu (Cherry)

Beberapa varietas ceri mengandung glikosida sianogenik seperti prunasin. Jika biji ceri atau daunnya dikunyah, mereka dapat melepaskan sianida, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi.

Aprikot (Apricot)

Biji aprikot mengandung amigdalin, yang dapat menghasilkan sianida jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu, biji aprikot sebaiknya tidak dimakan.

Pisang Raja Bulu (Hairy-Fruited Banana)

Pisang jenis ini mengandung senyawa sianogenik, dan beberapa bagian tanaman, seperti batangnya, mengandung glikosida sianogenik. Dalam banyak kasus, bahaya dari sianida dalam tanaman dapat dihindari dengan memproses atau memasak tanaman tersebut dengan benar.

Namun, sangat penting untuk memahami dan mengikuti petunjuk pengolahan yang aman, terutama jika Anda berurusan dengan tanaman-tanaman ini.

Selalu konsultasikan dengan ahli botani atau pakar pertanian yang kompeten jika Anda memiliki pertanyaan atau ketidakpastian tentang tanaman tertentu. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *