Ragam  

Pencinta Anabul Wajib Baca! Hati-Hati 4 Penyakit Kucing ini Sering Muncul di Musim Hujan,

Foto : Doc. Pinterest

HALOSMI.COM- Anabul adalah singkatan dari “anak bulu”, julukan yang diberi untuk hewan-hewan lucu yang biasa dipelihara salah satunya adalah kucing. Kucing merupakan hewan berbulu dan menggemaskan yang memiliki aksi gemas ataupun menjadi teman ketika sedang lelah.

Namun masih banyak juga orang yang memelihara kucing hanya sekedar memberinya makan. Padahal banyak sekali aspek yang perlu di perhatikan seperti kebersihan bulu, tempat makan hingga tempat tidurnya. Ketika kucing tak dirawat dengan benar, kemungkinan besar hewan ini akan mudah terkena penyakit khususnya di musim hujan seperti ini.

Bukan hanya manusia, ketika musim hujan kucing juga rentan terhadap penyakit. Apalagi akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi, bahkan hampir setiap hari diguyur hujan. Maka untuk kalian pencinta kucing yang juga memeliharanya di rumah, kenali 4 penyakit ini beserta gejalanya. Biasanya penyakit ini selalu datang ketika musim hujan.

Demam 

Tidak hanya manusia yang bisa merasakan demam, ternyata kucingpun bisa terkena demam. Biasanya gejala yang bisa kita ketahui ketika anabul ini sedang demam, pasti akan terlihat murung, tidak mau makan, menjadi pendiam, tidak aktif, lemas, tidur dengan posisi mendekap, badan panas, mata berair dan kadang menggigil.

Penyakit Kulit (Dermatofitosis)

Penyakit ini kerap terjadi pada kucing di saat musim hujan. Biasanya penyakit kulit disebabkan oleh jamur. Cirinya kulit akan menjadi merah, gatal, kebotakan, bentol dan bersisik.

Penyakit ini berbentuk bulan seperti cincin yang disebut dengan ringworm. Penanganan dengan membuat bulu dan kulit kucing tetap kering. Selain itu memandikan kucing dengan shampo anti jamur. Jangan sampai di biarkan begitu saja karena penyakit ini bisa menular kepada manusia. Untuk merawatnya sebaiknya kamu menggunakan sarung tangan ataupun kain.

Feline Infectious Peritonitis (FIP)

Penyakit yang sangat membahayakan kucing ini biasanya mengalami gejala gangguan pernapasan dan pencernaan ringan. Penularan terjadi melalui kontak makanan, kotoran, cairan tubuh, grooming dan bersin bersin kucing.

Penyakit ini tergolong dalam dua bagian yakni FIP Kering dan FIP basah. FIP kering menyebabkan adanya penumpukan sel darah putih sehingga mengalami kejang, gagal organ, penurunan berat badan, dan gangguan penglihatan. Sedangkan FIP basah menyebabkan penumpukan cairan di jantung dan paru-paru sehingga kesulitan bernafas.

 Leptospirosis

Penyakit ini adalah penyakit yang paling bahaya karena tidak hanya menyerang kucing, tapi juga manusia. Penyakit itu timbul karena bakteri yang terdapat pada air seni tikus.

Penularan terjadi karena kontak langsung dengan kulit kucing yang terinfeksi atau dari gigitan sesama kucing. Gejala kucing yang mengalami penyakit ini yaitu kulit hewan menguning, muntah dan diare. Tingkat kematian kucing pada penyakit ini sangat tinggi karena merusak fungsi hati.Penyakit ini bisa ditularkan ke manusia melalui kontak langsung dengan kucing.(*)

 

 

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *