“bjb

Periode Januari-Agustus, 45 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terjadi di Kota Sukabumi, 54 Orang Jadi Korban

Ilustrasi kekerasan. (foto: ist)
Ilustrasi kekerasan. (foto: ist)

HALOSMI.COM – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi di Kota Sukabumi. Pada awal Januari hingga akhir Agustus 2023 terdapat 45 kasus, dengan jumlah korban sebanyak 54 orang yang didominasi anak-anak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari 45 kasus kekerasan tersebut, kasus perempuan tercatat ada 17. Sedangkan kasus kekerasan anak tercatat ada 28, dengan rincian anak laki-laki 13, dan anak perempuan 15.

Kepala UPTD PPA DP2KBP3A Kota Sukabumi, Hendra Susanto, mengatakan pada Agustus merupakan yang tertinggi dengan jumlah 11 kasus, disusul Januari 9 kasus, Februari 6 kasus, Mei dan Juli 5 kasus, Maret 4 kasus, Juni 3 kasus, dan terendah pada April 2 kasus.

“Jadi dari awal Januari hingga akhir Agustus itu, kasus kekerasan perempuan dan anak yang paling tinggi terjadi pada bulan Agustus ini, dan terendah April,” ujar Hendra, kepada HALOSMI.COM, Selasa 5 September 2023.

Dari total 54 orang korban itu, kata Hendra, pada Agustus merupakan yang tertinggi dengan jumlah 11 korban, disusul Juni 10 korban, Januari 9 korban, Februari 6 korban, Mei 5 korban, Juli 5 korban, Maret 4 korban, dan terkahir April 4 korban. Rinciannya, 17 perempuan, 20 anak laki-laki, dan 17 anak perempuan.

“Korban kekerasan yang paling mendominasi itu anak laki-laki, disusul anak perempuan, dan perempuan dewasa,” ungkapnya.

Dalam setiap layanan atau pengaduan yang masuk ke UPTD PPA, Hendra menegaskan, semuanya akan ditindaklanjuti. Pasalnya UPTD PPA juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, diantaranya Unit PPA Polres Sukabumi Kota, dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi.

“Kita belum ada tingkat kesulitan yang terlalu sulit, karena kita kerja ini tim, kita koordinasi dengan Unit PPA Polres dan Dinsos,” jelasnya.

Semua pengaduan yang masuk ke UPTD PPA, sambung Hendra, sudah tertangani semua, baik itu pendampingan pelaporan, pendampingan sikologis, kemudian rujukan-rujukan juga dilakukan pendampingan, hingga ke pendampingan untuk visum.

“Alhamdulillah sudah tertangani semua. Intinya, semua yang masuk ke layanan UPTD PPA kita sudah layani semua,” pungkasnya. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *