Pj Wali Kota Sukabumi Gelar Rakor Pengendalian Inflasi Bareng Setda Pemprov Jabar

Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Dwimingguan Pengendalian Iflasi Daerah bareng Biro Perekonomian Setda Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, di Ruang Pertemuan Tapem Setda Kota Sukabumi, pada Kamis, 15 Februari 2024. Foto: Dokpim Kota Sukabumi.
Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Dwimingguan Pengendalian Iflasi Daerah bareng Biro Perekonomian Setda Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, di Ruang Pertemuan Tapem Setda Kota Sukabumi, pada Kamis, 15 Februari 2024. Foto: Dokpim Kota Sukabumi.

HALOSMI.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, merasa optimis bahwa inflasi di wilayahnya akan tetap terkendali pada tahun 2024. Pasalnya, inflasi menjadi salah satu isu utama yang terus dihadapi oleh pemerintah, termasuk di Kota Sukabumi.

Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Dwimingguan Pengendalian Iflasi Daerah di Ruang Pertemuan Tapem Setda Kota Sukabumi, pada Kamis, 15 Februari 2024.

Kusamana mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sendiri optimis bahwa inflasi di tahun 2024 dapat dikendalikan dengan kerjasama dan sinergi dari semua pihak.

“Upaya pengendalian inflasi ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Penurunan daya beli masyarakat dan meningkatnya angka kemiskinan menjadi konsekuensi yang harus dihindari,” ujar Kusamana.

Dalam pengantar Rakor tersebut, Biro Perekonomian Setda Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas utama.

“Jika inflasi tidak dikendalikan, daya beli masyarakat akan turun dan kemiskinan akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Upaya pengendalian inflasi di Jawa Barat dilakukan melalui berbagai langkah, salah satunya adalah koordinasi antar pemerintah daerah melalui Rakor Dwimungguan. Rakor ini menjadi wadah untuk membahas perkembangan inflasi di setiap daerah dan merumuskan solusi bersama.

“Target inflasi Jawa Barat di tahun 2024 adalah 2,5 persen. Target ini lebih optimis dibandingkan dengan tahun 2023,” tandasnya.

Perkembangan Inflasi Jawa Barat

Pada Januari 2023 lalu, inflasi Jawa Barat tercatat sebesar 6 persen. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif air minum menjadi salah satu faktor utama inflasi di awal tahun lalu.

Namun, inflasi di Jawa Barat terus melandai selama tahun 2023. Pada Januari 2024, inflasi Jawa Barat berdasarkan hitungan year of year (y-on-y) sebesar 3,2 persen. Sedangkan Kota Sukabumi mencatat inflasi sebesar 2,57 persen.

Kondisi Terkini Harga Komoditas

Harga beberapa komoditas strategis seperti beras, cabai merah, cabai rawit dan daging ayam mengalami kenaikan di beberapa daerah di Jawa Barat. Hampir seluruh kabupaten kota mengalami kenaikan harga beras, sedangkan harga komoditas di Kota Sukabumi masih tergolong stabil.

Tantangan Pengendalian Inflasi

Pengendalian inflasi di Jawa Barat dihadapkan dengan beberapa tantangan, antara lain: ketidakpastian kondisi global seperti krisis energi, faktor domestik seperti disparitas pasokan dan distribusi barang serta gejolak harga pangan.

Langkah Strategis

Pemerintah Jawa Barat terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi, antara lain: memperkuat koordinasi antar pemerintah daerah, melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga pangan, meningkatkan produksi pangan melalui program-program pertanian, memperkuat sistem distribusi barang. (*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *