“bjb

Simak Dampak Stunting pada Anak Berikut Cara Mencegahnya!

HALOSMI.COM- Stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, dapat membawa dampak serius bagi anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Berikut beberapa dampak stunting pada anak:

jangka Pendek:

1. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik: Anak stunting akan memiliki tubuh yang lebih pendek dan kurus dibandingkan anak seusianya.

2. Gangguan perkembangan kognitif: Stunting dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.

3. Gangguan sistem kekebalan tubuh: Anak stunting lebih mudah terserang penyakit infeksi.

4. Peningkatan risiko anemia: Kekurangan zat besi dan vitamin B12 yang sering menyertai stunting dapat menyebabkan anemia.

Jangka Panjang:

1. Penurunan produktivitas dan pendapatan: Stunting dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar dan bekerja di masa depan, sehingga menurunkan potensi mereka untuk mencapai kesuksesan.

2. Peningkatan risiko penyakit kronis: Stunting meningkatkan risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke di masa dewasa.

3. Kematian dini: Stunting dapat meningkatkan risiko kematian pada anak, terutama pada usia balita.

Cara Mencegah Stunting

1. Memenuhi Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dan Menyusui:

-Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan protein, zat besi, vitamin A, dan asam folat.

-Minum tablet tambah darah (TTD) secara rutin.

-Mengikuti program Pemberian Makanan -Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan menyusui.

2. Memberikan ASI Eksklusif:

-Berikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupan.

-Lanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih, dengan pemberian MPASI yang tepat waktu dan bergizi.

3. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan:

-Pastikan akses ke air bersih dan sanitasi yang layak.

-Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di keluarga.

4. Meningkatkan Akses ke Pelayanan Kesehatan:

-Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

-Imunisasi lengkap untuk anak.

5. Meningkatkan Pendidikan Ibu tentang Kesehatan dan Gizi:

-Ikuti kegiatan penyuluhan dan edukasi tentang kesehatan dan gizi.

-Gunakan buku KIA (Kartu Ibu dan Anak) untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

-Konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan dan gizi anak.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *