Tahukah Kamu Tidak Bisa Berbicara dalam Hati Pengaruhi Daya Ingat?

HALOSMI.COM- Diantara Kalian Pasti Pernah Ngalamin Berbicara dalam hati di kehidupan sehari-hari, misalnya berbicara dalam hati tentang apa yang akan di bicarakan nanti, nah tahukan kamu tidak berbicara dalam hati pengaruhi daya ingat?

Terkadang ketika berbicara dalam hati, kita bisa mendengar suara kita sendiri atau bahkan dapat melakukan percakapan yang lebih rumit, nah berbicara dalam hati ini dinamakan inner monologue.

Hal ini sangat umum terjadi pada orang-orang, tetapi salah satu ahli mengatakan bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan ini.

Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa 1 dari 10 manusia atau 5-10% tidak dapat berbicara dalam hati.

Orang yang tidak memiliki kemampuan berbicara dalam hati dinamakan anendofasia.

Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 93 orang dewasa di mana mereka akan melakukan empat tugas.

Tugas tersebut adalah salah satunya mengingat kata-kata secara berurutan dan menentukan apakah serangkaian gambar berisi kata-kata berima.

Setengah dari peserta dilaporkan memiliki kemampuan yang rendah dalam berbicara dalam hati.

Nedergard mengatakan, “Beberapa orang mengatakan bahwa mereka berpikir dalam gambar dan kemudian menerjemahkan gambar tersebut menjadi kata-kata ketika mereka perlu mengatakan sesuatu.”

“Yang lain menggambarkan otak mereka sebagai komputer yang berfungsi dengan baik yang tidak memproses pikiran secara verbal, dan koneksi ke loudspeaker dan mikrofon berbeda dari koneksi orang lain. Dan mereka yang mengatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi secara verbal di dalam kepala mereka biasanya akan menggambarkannya sebagai kata-kata tanpa suara,” tambahnya.

Peserta yang Tidak Memiliki Kemampuan Berbicara dalam Hati Punya Daya Ingat yang Buruk

Dikatakan dalam laporan tersebut yang dikutip dari Newsweek, ternyata orang yang tidak memiliki kemampuan bicara dalam hati dapat memengaruhi fungsi kognitif mereka.

Tes yang dilakukan pada tugas pertama bertujuan untuk menguji tingkat ingatan pada peserta.

Hipotesis yang menyatakan bahwa orang-orang yang tidak memiliki kemampuan berbicara atau anendofasia lebih sulit mengingat daftar kata panjang ternyata terbukti benar.

Individu yang tidak memiliki kemampuan suara hati kemungkinan mengembangkan alternatif lain untuk menyeimbangkan pemikiran verbal.

Demikian penjelasannya, semoga bermanfaat ya.

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *