“bjb

2 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sukabumi, Jarang Berkomunikasi Dengan Tetangga

Foto Penampakan Rumah Salah Satu Terduga Teroris yang Diamankan Oleh Densus 88, Jumat, 27 Oktober 2023 (Sumber : HALOSMI.COM)
Foto Penampakan Rumah Salah Satu Terduga Teroris yang Diamankan Oleh Densus 88, Jumat, 27 Oktober 2023 (Sumber : HALOSMI.COM)

HALOSMI.COM – 2 orang warga Kampung Gunungbatu, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri pada Jumat, 27 Oktober 2023. Penangkapan ini pun disertai dengan penggeledah 2 rumah terduga teroris yang diduga merupakan jaringan Anshor Daulah (AD).

Jarak rumah terduga pelaku yang diamankan pun tak terlalu jauh, dari pantauan di lapangan, jarak rumah pertama dengan rumah kedua yang digeledah oleh Densus 88 hanya berjarak sekitar 5 hingga 10 meter. Beberapa tetangga terduga pelaku pun sempat kaget dengan kehadiran polisi bersenjata lengkap.

“Pas pulang ke rumah kaget, kok banyak polisi yang berjaga sampai ke rel kereta api. Orangnya memang jarang ngobrol, kadang ada di rumah, kadang tidak ketemu,” ungkap salah satu tetangga, AJ (21), Jumat, 27 Oktober 2023.

Hal serupa pun diungkapkan oleh YS (45) yang rumahnya bersebelahan dengan kedua terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88. menurutnya, penghuni rumah yang rumahnya digeledah tersebut baru sekitar satu tahun tinggal di Kampung tersebut.

https://sukabumi.halojabar.com/breaking-news-2-warga-kebonpedes-sukabumi-diamankan-densus-88-satu-orang-berstatus-eks-napiter/

YS pun mengungkapkan bahwa salah satu terduga teroris tinggal mengontrak rumah di Kampung tersebut dan baru satu tahun tinggal bersama istri dan 2 anaknya yang masih kecil.

“Jarang keluar, apalagi ngobrol. Baru sekitar setahunan lah tinggal disini, anaknya juga masih kecil, ada 2 orang usianya sekitar 2 dan 3 tahunan.” jelas YS.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandi mengungkapkan 2 warganya ditangkap oleh Densus 88 karena terindikasi teroris. Untuk profesi kedua terduga teroris, Dadan menjelaskan bahwa satu orang bekerja sebagai pedagang warung sementara satu orang lagi merupakan guru ngaji atau guru madrasah.

“Inisialnya R dan R, satu jualan yang satu guru ngaji atau guru madrasah,” jelas Dadan.(*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *