Ragam  

Gak Usah Bingung, Ini Cara Menghitung Berat Badan Ideal yang Benar

Foto : Doc. Pinterest

HALOSMI.COM- Berat badan merupakan tolak ukur manusia untuk mengetahui apakah status bobot tubuh kamu normal, ideal, atau bahkan kelebihan (obesitas). Nah, untuk mengetahui cara menghitungnya banyak sekali metode yang bisa kita gunakan.

Baca juga : Jangan Menyepelekan Insomnia, Inilah Bahayanya Jika Kamu Kurang Tidur

Namun, normalnya indikator menghitung berat badan ideal harus terdiri dari usia, tinggi badan, jenis kelamin, dan masih banyak lagi. Berikut sejumlah metode yang bisa kamu gunakan :

Body Fat Percentage 

Metode ini adalah metode yang menggunakan persentase lemak tubuh untuk menggambarkan kondisi berat atau massa lemak dalam tubuh seseorang secara umum. Skalanya pengukurannya terbagi dalam empat bagian, yaitu underfat (kekurangan lemak), healthy (normal), overfat (kelebihan lemak) dan obesitas.

Biasanya wanita berusia 20-79 tahun dengan hasil persentase lemak antara 21-35 persen berarti ideal. Pria berusia 20-79 tahun dengan hasil persentase lemak antara 8-24 persen berarti ideal. Agar menghitungnya lebih akurat, kamu bisa memakai alat khusus. Meski ada rumus manual, tapi hasilnya hanya prediksi.

Waist To Hip Ratio (WHR)

Metode waist to hip ratio (WHR) adalah metode yang membandingkan ukuran antara lingkar pinggang dan lingkar pinggul. WHR merupakan alat ukur untuk mengetahui apakah berat badan seseorang berpengaruh pada risiko penyakit serius atau tidak, seperti diabetes dan jantung.

Baca juga : 3 Cara Cepat Reset HP Android Agar Kembali Ke Setelan Pabrik

Metode WHR tidak direkomendasikan untuk orang dengan nilai BMI lebih dari 35, serta anak-anak di bawah 13 tahun.

Rumusnya seperti berikut ini :

Lingkar Pinggang : Lingkar Pinggul = (hasil)

Keterangan pada Perempuan

  • Di bawah 0,8: risiko rendah
  • Dari 0,8 hingga 0,89: risiko sedang.
  • Pada 0,9 atau lebih tinggi: risiko tinggi.

Keterangan pada Laki-laki

  • Di bawah 0,9: risiko rendah.
  • Dari 0,9 hingga 0,99: risiko sedang.
  • Pada 1,0 atau lebih: risiko tinggi.

Body Mass Indexs (BMI) 

Indeks massa tubuh (BMI) adalah metode umum untuk menghitung apakah seseorang memiliki berat badan yang sesuai atau tidak. Menurut National Institutes of Health (NIH), di bawah ini merupakan keterangan yang menunjukkan status berat badan setelah dihitung:

  • BMI kurang dari 18,5 berarti kekurangan berat badan (underweight).
  • BMI antara 18,5 sampai 24,9 sangat ideal (normal).
  • BMI antara 25 sampai 29,9 adalah kelebihan berat badan (overweight).
  • BMI lebih dari 30 menunjukkan obesitas.

Caranya menghitungnya kamu boleh langsung cantumkan berat badan dan tinggi badanmu pada link ini https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/BMI/bmi-m.htm. Nantinya, hasil kalkulator akan menampilkan keterangan status berat badan serta berat ideal yang direkomendasikan sesuai tinggi badan.

Waist to Height Ratio (WtHR)

Waist to height ratio (WtHR) adalah metode menghitung berat badan dengan rasio pinggang dan tinggi badan untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit komplikasi. Kalkulasi WtHR dinilai sederhana, akurat, mudah, dan hasilnya cukup cepat. Lingkar pinggang dan tinggi badan bisa diubah ke satuan inci atau sentimeter terlebih dulu.

Berikut rumus WtHR:
Lingkar Pinggang : Tinggi Badan = (hasil)

Batas bawah nilai WtHR yaitu kurang dari 0,5 yang berarti berat badan Anda normal. Apabila lebih dari 0,5 maka risiko terkena penyakit berbahaya lebih tinggi.(*)

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *