4 Resiko yang Akan Terjadi Jika Kerja Melebihi 8 Jam Sehari

Foto : Doc. Pinterest

HALOSMI.COM- Indonesia memiliki aturan mengenai jam kerja sendiri yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jam kerja, waktu istirahat kerja, hingga waktu lembur diatur dalam pasal 77 sampai pasal 85.

Baca juga : Mata Lelah Saat Bekerja ? Cobalah Istirahatkan Sejenak Dengan 4 Cara ini

Untuk karyawan yang bekerja 5 hari dalam seminggu, jam kerja seharusnya adalah 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Apabila melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut, maka waktu kerja biasa dianggap masuk sebagai waktu kerja lembur sehingga pekerja atau buruh berhak atas upah lembur.

Baca juga : Selalu Ngantuk di Siang Hari pada Saat Kerja, Ternyata ini Penyebabnya

Faktanya, orang yang bekerja 11 jam setiap hari lebih berisiko menderita depresi dibandingkan orang yang jam kerjanya standar, yakni sekitar 7-8 jam per hari. Selain depresi, banyak resiko lainnya yang akan terjadi seperti 4 hal dibawah ini.

Demensia 

Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

Penelitian yang dirilis oleh The American Journal of Epidemiology membuktikan bahwa karyawan yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu akan mengalami masalah dengan daya nalar, daya ingat, hingga kosakata.

Masalah Kordiovaskular

Orang yang bekerja 10 jam atau lebih setiap harinya berisiko tinggi menderita penyakit kardiovaskular seperti hipertensi atau serangan jantung. Lembur yang menyebabkan stres akan berimbas pada peningkatan kortisol dan adrenalin. Dengan begitu, gula darah naik dan pembuluh darah pun mengeras.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia dan Organisasi Perburuhan Internasional, jam kerja lebih dari 55 per minggu dikaitkan dengan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung 17% lebih tinggi dibanding dengan yang bekerja di bawah jam tersebut.

Kurang Tidur 

Normalnya manusia membutuhkan tidur setidaknya 8 jam dalam satu hari. Namun, jika terlalu sering lembur, otomatis waktu tidur pun berkurang banyak. Baru tidur sebentar, esok paginya harus berangkat ke kantor lagi. Padahal tidur menjadi salah satu rutinitas penting yang harus dilakukan. Kekurangan tidur tidak hanya mempengaruhi kesehatan namun berdampak pada kualitas kerja.

Kesehatan Mental Terganggu 

Jam kerja panjang tentu berdampak buruk pada jiwa. Pada sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan jurnal PLOS One, para peneliti menemukan bahwa semakin lama karyawan bekerja, semakin tinggi tingkat stres, depresi, dan melakukan percobaan bunuh diri.(*)

 

 

 

Follow dan baca artikel terbaru dan menarik lainnya dari halosmi.com di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *